22.6.11

Istana Bogor

INI adalah kunjungan perdana saya ke istana kepresidenan RI di Bogor. Adalah terlarang untuk membawa kamera, maka ini menjadi kesempatan saya tuk bereksperimen lewat ponsel. Agar mendapat kesan dramatis, saya pasang efek Holga ala kamera Lomo di ponsel saya. Sila menikmati! ^^


> ruang kerja Bung Karno tampak sangat nyaman, nyeni, dan inspiratif
> saya terpana dengan lukisan Bila Dunia Berakhir karya Basuki Abdullah, it's so thrilling
> akhirnya bertemu si Denok, patung seksi karya seniman Trubus, konon sang model adalah istri salah seorang pegawai istana
> patung-patung karya seniman dunia kini sudah bebas telanjang apa adanya
> ternyata ada pula beberapa bangunan museum di dalam komplek istana
> bisa dadah-dadah sama pengunjung Kebun Raya *berasa royal family*
> masih saja ada pengunjung yang buang sampah sembarangan *keluh*


All pictures in this album is copyrighted © 2011 duaBadai. All rights reserved.

22.2.11

Raising Hope

PADA suatu ketika di rumah sakit, terdapat pasangan suami istri yang sedang membawa anaknya berobat.  Ketika tv di ruang tunggu menyiarkan berita perang, mereka segera mengganti salurannya.

Kemudian bertuturlah mereka pada saya bahwa sang anak tengah mengidap kanker.  Mereka dengan gigih terus memberi semangat hidup pada sang anak. 
Beberapa waktu sebelumnya, si anak pernah melihat berita perang di tv, dimana ditayangkan pula korban anak-anak.  Ia lalu bilang pada orang tuanya: "Buat apa aku disuruh bertahan hidup, aku udah capek, papa mama duitnya habis, sementara di tempat lain anak-anak yang masih sehat dibunuh-bunuhin tanpa alasan!"

*speechless*

Itulah alasan mengapa pasangan suami istri tsb langsung mengganti saluran tv.  Mereka tak mau sang anak kembali hilang semangat & pupus harapan.


[seperti dikisahkan oleh seorang teman pada saya]




CIPUTAT, 20 Februari 2011.  Raising Hope adalah tema acara kumpul keluarga bagi anak-anak penderita kanker yang berada di bawah naungan YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia).

Kegiatan ini sejenak mengalihkan perhatian anak-anak malang ini dari rutinitas pengobatan yang melelahkan dan kadang menyakitkan.  Berkumpul kembali bersama keluarga, mengikuti berbagai permainan seru, mendapati aneka bingkisan, terbukti mampu mengembalikan keceriaan dan senyum sumringah di wajah mereka.  Kemunculan pengisi acara idola mereka diharapkan dapat memberi motivasi untuk tetap bersemangat & bertahan dalam menghadapi cobaan.

Puncak acara adalah pelepasan ratusan balon ke langit.  Sebelumnya masing-masing anak (atau diwakilkan oleh orang tua mereka) menuliskan harapan-harapan mereka di secarik memo, lalu diikatkan pada dua buah balon.  Setelah dikumpulkan lalu dilepaskan beramai-ramai ke udara.

Sekilas saya membaca apa yang tertera di salah satu memo:

..sudah capek, pengen cepet sembuh..

Cuma sekelebat namun menghujam.  Trenyuh.  Dalam hitungan detik memo itu pun sudah membumbung tinggi ke angkasa menyusul balon-balon harapan lainnya.

Balon-balon itu terbang acak memburu langit biru.

Semoga langit menangkapnya dan menyiarkan harapan-harapan mungil itu pada semesta.

Menatap mereka hingga tinggal titik kecil di ketinggian sana sungguh menorehkan haru di hati.  Seakan mengirim doa lewat jalur ekspress kepada Tuhan.  Semoga semua harapan itu mewakili semua harapan anak-anak penderita kanker lainnya di dunia.
Termasuk si anak di ruang tunggu rumah sakit tadi...


 



all pictures in this album are copyrighted
© 2011 duaBadai photography


29.7.10

B i r u | B i r a

Photobucket


BIRA, an amazing trip with good friends
true blue is the sky and deep blue is the sea
infinity in crystal clear water
good food & good dog
one brave hero


[ tutur kisahnya ada disini ]






all pictures in this album are copyrighted
© 2010 duaBadai photography

27.7.10

[HHP 2010] Sebuah Konser Amal


Give Hope A Hand : Kejar Mimpi Sampai Ke Bintang
sebuah konser amal bagi anak-anak penderita kanker
oleh Helping Hands Project @ Goethe Haus, Jakarta, 18 Juli 2010




Jumlah kru > 50 orang
Jumlah artis pengisi acara > 15 orang
Jumlah donasi terkumpul > 64 juta rupiah
Seluruh donasi terkumpul disumbangkan kepada
Rumah Kita YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia)




Jumlah email/sms/bbm/phonecall & meeting koordinasi ~ tak terhingga
Jumlah keringat dan airmata yang tertumpah ~ tak terhingga
Jumlah terima kasih ~ tak terhingga
khususnya atas doa dan dukungan moral & materiil
dari semua keluarga, kerabat, rekan, sponsor, donatur, pengisi acara
dan tentunya para kru yang rela berjibaku demi terselenggaranya acara ini
^^




Sampai jumpa di acara Helping Hands Project berikutnya!

"We make a living by what we get, but we make a life by what we give."
Winston Churchill






photo credits
© 2010 HHP Documentation Team

23.5.10

Kidung Tidung


TIDUNG dimata kami ialah biru yang bersenandung
biru yang bening, bening yang mengalun
melantun kidung yang tak berujung

[ kisahnya bertutur disini ]





all pictures in this album are copyrighted
© 2010 duaBadai photography

19.5.10

Semburat Garut

Garut

GARUT, destination unknown.
Desa hingga kota.
Sawah hingga kawah.

Rumah tua hingga gudang tua.


[ tutur kisahnya ada disini ]





all pictures in this album are copyrighted
© 2010 duaBadai photography

27.4.10

Anak-Anak Bangsa

Helping Hands Project @ SDN Sukamanah, Cigombong, Bogor | 24 April 2010


TERLETAK di daerah sejuk di kaki gunung Salak, SDN Sukamanah hari itu tampak lebih ramai dari biasanya.  Adalah Helping Hands Project yang tengah mengadakan aksi sosial di sekolah tsb.

Acara dibuka dengan pembacaan puisi oleh dik Puput.  Isinya tentang perasaan seorang anak yang sedih akan kondisi sekolahnya yang bobrok, namun ia tetap punya semangat dan cita-cita tinggi.  Kau bisa bilang puisi ini klise, tapi kau harus lihat sendiri cara dik Puput membawakannya dengan demikian polos dan bikin haru biru.  Andai saya tak sedang berkutat dengan handycam yang bermasalah, tampaknya saya bisa menitikkan airmata di awal acara.

Selanjutnya acara dipandu oleh kak Sogi & kak Zessy.  Hiburan dan permainan digelar, senda gurau ditebar, semua larut dalam ceria.  Ada tari kupu-kupu, tari 'Amrin Membolos' (nah, kalau ini saya tak bisa menangkap korelasi antara judul tari dengan makna gerakannya; tapi tak apa, namanya juga anak-anak ;)), tari rampak Sunda, juga nyanyi & joget bersama.



Dihelat pula permainan tradisional seperti 'perepet jengkol', joget di atas lipatan koran, sarung berantai, hingga lari estafet sambil menggendong teman.  Acara juga diselingi oleh penampilan kak Ramaditya yang berkostum Star Wars lengkap dengan pedang lighsaber-nya.  Ada pula pendongeng ulung, kak Ariyo.  Keahliannya berceritera bukan hanya memikat adik-adik, tapi juga kakak-kakak panitia dan hadirin sekalian :)

Acara berakhir dengan pemberian bantuan dan sumbangan secara simbolis kepada pihak sekolah.  Suasana haru kembali meliputi suasana ketika puisi penutup dibacakan oleh dik Reni & dik Jafar.  Isinya ialah ucapan terima kasih dan doa.  Begitu sederhana, namun terasa tulus.  Menyentuh.  Saya yakin banyak yang berkaca-kaca mendengarnya, bahkan ada yang tak sungkan meneteskan airmata.

Alhamdulillah, acara di SDN Sukamanah ini berjalan lancar tanpa hambatan.  Secara pribadi, acara kali ini lebih menyentuh sisi emosional saya, mungkin karena saya sudah terlibat sejak awal, mulai dari survei lokasi, persiapan, pelaksanaan, bahkan hingga jauh acara usai.  Muncul rasa empati yang dalam bagi anak-anak ini, ada harapan tulus agar kelak mereka tumbuh menjadi generasi bangsa yang jauh lebih baik.



Kami meninggalkan lokasi dengan rasa haru campur senang.  Acara telah berlangsung dengan baik dan lancar, dan yang jelas makin membuka kepedulian kami pada sesama.  Jikalau ucapan terima kasih harus diucapkan satu persatu tentulah ada banyak nama yang harus disebutkan.  Yang jelas penghargaan sebesar-besarnya kami berikan atas dukungan dan doa dari rekan-rekan/donatur yang baik hati, panitia pelaksana yang kompak-rusuh-seru, pihak sekolah yang bersahaja, hingga orangtua dan kerabat yang budiman.

Sampai jumpa di acara Helping Hands berikutnya!

"We make a living by what we get, but we make a life by what we give."
Winston Churchill




photo credits:

© 2010 HHP Documentation Team